Thursday, February 7, 2019

Commodity Gold



Commodity Gold edp
--------------------------------

Nose | Perfumer : Donna Ramanauskas

NOTES :
Top - Bergamot, Juniper Berry, Camphor
Middle - Amber, Vetiver, Benzoin 
Base - Oakmoss, Sandalwood, Vanilla, Creamy Musk

------------------------------------------

Sekali sekali mau review parfum yang nggak "pasaran" hehe. Nggak tau juga deh kalau Commodity ini termasuk parfum niche atau bukan ya? Yang pasti mungkin belum banyak yang tau karena memang nggak beredar luas di pasaran (berarti niche dong ya? *mikir keras*). 

Anyway, salah satu parfum anti mainstream yang saya pernah coba adalah Gold by Commodity. Parfum Gold ini termasuk salah satu "bintang" nya Commodity karena lumayan paling populer diantara parfum keluaran Commodity lainnya. Parfum Gold ini sendiri keluaran tahun 2013, dan sayangnya sekarang udah discontinued..

Sewaktu pertama kali coba ini parfum, yang tercium di hidung saya adalah wangi gourmand yang hangat dan mewah. Seperti wangi choco-vanilla-caramel jadi satu, tapi cenderung "deep" wanginya.  Bukan yang manis sirup ceria menari-nari gitu, tapi lebih ke manis susu karamel hangat yang kita minum sebelum mau tidur, semacam gitu lah. Mungkin terlalu berat untuk dipakai di musim panas dan lebih cocok dipakai di musim gugur / musim dingin / musim hujan. 

Pertamanya memang wanginya agak tajam (seperti biasa hidung saya kurang cocok sama bergamot), wangi fruity yang manis, tapi ketika bercampur dengan vanilla wanginya langsung berubah gourmand. Manis fruity-vanilla, namun ada esensi powdery nya dan agak sedikit "earthy" juga kalau menurut saya.

Kemudian wanginya berubah menjadi lumayan berat dan hangat di fase dry down. Kesannya "rich" dan "opulent". Kalau digambarkan sesuai nama parfumnya, wangi nya "heavy", berat seperti emas batangan, seperti jubah emas yang disandarkan pada singgasana raja. 


This commodity gold is only for the confident people and for those who had it in them.
It's too warm and rich for me, tapi kalau kalian suka wangi yang seperti itu mungkin saja cocok. Di hidung saya dry down nya jauh lebih nice dibanding opening dan middle notes nya yang terlalu tajam dan berat untuk saya. Karena pada fase dry down wanginya memang jadi tambah lebih warm lagi, seperti diselimuti oleh wangi vanilla hangat yang manis. Di imajinasi saya seperti berasa diselimuti di depan fireplace sambil makan waffle saus syrup karamel hangat :)

Oya, kalau di hidung saya parfum ini sepanjang opening sampai middle notes tercium hampir linear alias wangi nya tidak terlalu banyak berubah, semua terkesan "gourmand" karena ada wangi vanilla yang cukup konsisten.


Overall, sesuai kata Fragrantica, this is an intoxicating warm gourmand scent with a luxurious blend of molten amber, balsamic benzoin, creamy musk, and sweet vanilla. Pendapat saya, this is not for everyone's taste but if you love heavy, rich, warm scent then maybe you should try this out. Walaupun udah discontinued tapi masih bisa didapetin di pasaran kok. Oya, dan kalau menurut saya parfum jenis ini cocoknya untuk musim gugur / musim dingin alias musim hujan kalau di Indonesia :)

Walaupun saya biasanya suka wangi vanilla yang hangat but I don't think this one is my cup of tea though... So I probably won't buy the full size.
Bagaimana dengan kalian? Suka nggak wangi yang kaya gini?




XoXo,

No comments:

Post a Comment